Meski Bisa, Tapi Aku Malu Membacakan Sebuah Berita

oleh: Arum Tyas Sulistyani

SMP Muhammadiyah Pekajangan

Kita tahu bahwa keterampilan membaca sangat penting. Keterampilan membaca akan memberikan pengetahuan yang luas bagi setiap siswa, karena dengan membaca siswa dapat memperoleh informasi-informasi yang penting. Macam membaca ada beberapa jenis, antara lain: membaca dalam hati, membaca nyaring, dan membaca indah. Ketiga keterampilan tersebut harus dimiliki dan dikuasai oleh para siswa SMP. Namun, pada kenyataannya keterampilan membaca yang dimiliki oleh siswa masih sangat rendah. Mereka masih sulit untuk menemukan isi bacaan dan membaca dengan suara nyaring dengan teknik-teknik membaca.

SMP Muhammadiyah Pekajangan merupakan salah satu SMP swasta di Kabupaten Pekalongan. Kondisi siswa di SMP ini sangat heterogen. Keterampilan yang dimiliki oleh siswa, baik itu akademik maupun non akademik tidak begitu menonjol. Namun, mereka adalah anak-anak bangsa yang harus dididik menjadi generasi penerus bangsa, menjadi manusia yang cerdas, dan berakhlak mulia.

Pada suatu kesempatan mengajar bahasa Indonesia di kelas VIII, saya mengajarkan kepada siswa-siswa saya mengenai materi membacakan berita. Standar kompetensi materi tersebut adalah memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca nyaring. Kompetensi dasarnya adalah membacakan teks berita dengan intonasi yang tepat serta artikulasi dan volume suara yang jelas. Dari rumah saya sudah menyediakan silabus, RPP, materi, dan beberapa media yang akan saya gunakan.

Sebelum pelajaran dimulai saya awali dengan mengucapkan salam pembuka dan presensi. Mereka menjawab salam saya dengan kompak. Pada hari itu semua siswa masuk. Saya lanjutkan dengan mengkondisikan mereka untuk siap belajar. Namun, saya memerlukan waktu yang lama. Mereka tidak memperhatikan saya dan gaduh sendiri di dalam kelas. Bahkan ada beberapa siswa laki-laki yang jalan-jalan sendiri di kelas tanpa ada tujuan. Saya merasa kewalahan untuk mengatasinya. Saya coba menepukkan tangan saya dengan memberikan instruksi untuk siap belajar bahasa Indonesia. Mereka terdiam dan mengeluarkan buku bahasa Indonesia.

Saya lanjutkan dengan memberi tahukan mengenai kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan saya lakukan. Memasuki materi pembelajaran saya awali dengan tanya jawab. Saya berusaha menggali pengetahuan mereka mengenai berita dan membacakan berita. Satu pertanyaan saya ajukan “Siapa yang pernah mendengarkan berita dan mencoba membacakan berita?” Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab. Mereka justru sibuk membalik-balik buku paket. Saya ulangi lagi pertanyaan tersebut. Dan dengan segera mereka menjawab pertanyaan saya dengan kompak “Sudah, Bu”. Saya sedikit senang dengan respon mereka, karena itu berarti mereka sudah memperhatikan saya. Setelah itu saya lanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan lain, misalnya tentang pengertian berita, unsur-unsur berita, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membacakan berita, dan lain sebagainya. Mereka menjawabnya dengan bergiliran. Dari jawaban-jawaban yang diberikan oleh siswa tersebut bisa disimpulkan bahwa 75% dari mereka paham mengenai materi membacakan berita.

“Hm…bosen ya? Dari kelas satu selalu belajar mengenai berita”, kata salah satu siswa kepada teman satu bangkunya. Mendengar pernyataan tersebut saya segera memutar otak untuk membuat suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Usaha tersebut saya awali dengan mencetuskan password untuk setiap mata pelajaran saya. Setiap kali saya mengatakan “oke?”, mereka harus menjawabnya “eko”. Hal tersebut saya kira bisa membangun konsentrasi dan semangat mereka.

Lebih lanjut tentang kisah ini, klik di sini

About these ads

~ oleh mastermasri71 pada 14 Desember 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: