Hujan dan Pekerjaan

Bulan Februari benar-benar bulan yang penuh angin, dingin, dan hujan. Semua seolah menyatu membentuk harmoni.
Walau mendung demikian tebal, aku tetap berangkat. Menunaikan kewajiban dalam keikutsertaan mencerdaskan bangsa.

Benar saja, di tengah perjalanan gerimis tipis turun. Meski mantel selalu kubawa, aku malas memakainya. Terobos saja gerimisnya.

Syukurlah, motor yg kukendarai akhirnya sampai juga membawaku ke tempat tujuan, setelah melewati jalanan yg jauh dari mulus sejauh 23 km. Jalanan menanjak, penuh lobang, nun jauh di puncak bukit desa Sengare.

SMP 2 Talun, itulah tempat kerjaku. Sekolah yang gedungnya dibangun tidak rata, karena tanahnya memang ada yg tinggi dan ada yang rendah.

Bel masuk pun berbunyi. Aku segera menuju kelas 9C yg letaknya lebih tinggi dibanding ruangan lain. Baru mau masuk kelas hujan pun turun dengan lebat.

Suasananya dingin. Menurut bu Agus, salah seorang guru yang tinggal dekat sekolah, udara Februari tahun ini lebih dingin dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kulalui guliran waktu dengan ngajar hingga siang menjelang. Saat mau pulang, hujan belum juga reda. Terpaksa pulang menerobos hujan dalam palutan mantel.

Sampai di rumah Kedungwuni pukul 14.30. Di Kedungwuni sudah tidak hujan, mendung saja.

Demikian catatanku. Besok dan besoknya, cuaca hujan, angin dan dingin mungkin masih tetap akan kulalui. Menjalani profesi guru, mengabdi, nun jauh di pelosok bukit Sengare Talun, kabupaten Pekalongan.

dari arsip http://zulmasri.wordpress.com 18 Februari 2008

~ oleh mastermasri71 pada 27 Maret 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: