Pak Mucikno

Selalu ada perasaan kehilangan begitu genderang pisah ditabuh. Selalu ada rasa cemas dari harap yang pengap akan adanya perubahan ke arah yang lebih baik.

Begitulah adanya. Belum lama saya mesti kehilangan teman terbaik dari SMP 2 Talun, Dwi Agus Indarti yang pindah ke SMP 2 Tirto. Juga kehilangan Kepala Sekolah yang baik sama bawahannya, Pak Pramudarno, yang mutasi ke SMP 1 Kesesi. Bedanya Bu Agus tanpa ganti, sedangkan Pak Pram diganti Kepsek baru, Pak Mucikno.

Tapi berita hari ini membuat saya kaget. Pak Mucikno yang belum setahun di SMP 2 Talun akan mutasi pertengahan bulan Januari ini ke SMP 1 Karangdadap.

Beragam kecamuk pikiran berputar di kepala saya. Di satu sisi ada lontaran selamat untuk sang kepala, tapi di sisi lain beragam tanya terlontar: adakah ini efektif? Adakah maksimal? Adakah rencana yang telah dirancang bisa berjalan? Dsb.

Kebanyakan model kepemimpinan di Republik ini, bila ganti pimpinan ganti pula kebijakan yang dibuat. Style kepemimpinan yang berbeda mengakibatkan semua personil harus menyesuaikan. Di sinilah persoalannya, baru enak bekerja, eh pimpinannya pun dimutasi.

Begitulah.

Pak Mucikno yang mungkin baru bisa menyesuaikan diri dengan semua personil (atau sebaliknya), harus merentang tali pisah.

Di mata saya, Pak Mucikno sosok pimpinan yang baik. Urusan KBM Beliau jadi ujung tombak, berusaha memaksimalkannya. Demikian juga dengan komponen sekolah lainnya.

Selamat Pak Mucikno. Semoga di tempat baru akan lebih baik lagi.

dari arsip catatan di http://zulmasri.wordpress.com

~ oleh mastermasri71 pada 28 Maret 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: