Jazaul Khoeroh

Namanya Jazaul Khoeroh. Biasa dipanggil Jazaul. Saat ini masih kelas IX di SMP 2 Talun, tempat saya menjadi guru.

Di SMP 2 Talun tidak ada yang menyangkal kalau dia anak yang pintar. Sejak kelas VII prestasi akademisnya menonjol. Selain juara 1 di kelas, dia juga beberapa kali menyabet juara umum di sekolah dan menjadi duta sekolah di ajang lomba antarsekolah.

Akan tetapi, pada saat uji coba mata pelajaran UN tingkat kabupaten Pekalongan baru-baru ini, Jazaul tidak lulus. Nilai mata pelajaran IPA-nya 3,75.

Sedih? Jelas, ini tergambar dari raut wajahnya. Namun saya tahu, dia anak yang optimis, rajin, dan mau belajar dari kekurangan masa lalu.

Sorot matanya menyiratkan, betapa hausnya dia dengan ilmu pengetahuan. Kepadanya saya hanya bisa berpesan untuk bangkit, tidak terpuruk dan menangisi hasil ujicoba tersebut serta menjadikan semuanya sebagai lecutan untuk lebih maju dan waspada.

Rasa optimisme memang senantiasa harus ditanamkan pada siswa. Menghadapi UN 2009 yang waktunya tidak sampai satu bulan lagi, semestinya siswa diberi motivasi dan rasa optimisme. Menakut-nakuti siswa dengan bayangan tidak lulus hanya akan memperparah keadaan. Siswa bakalan stres.

UN sebagai “ajang bisnis dan proyek” pemerintah, memang penuh dilematis. Terus terang, saya tidak percaya UN dijadikan standar pendidikan nasional. UN hanya mengajarkan ketidakjujuran. Guru mata pelajaran UN tidak lagi mengajar dengan enjoi sesuai dengan kompetensi dasar yang telah dirancang pada kurikulum. Siswa kelas terakhir laksana robot. Tiap hari mereka hanya mendapat asupan berupa latihan soal-soal UN.

Lebih jauh, pada saat UN berlangsung, kita juga mendengar betapa banyak kecurangan yang terjadi.

Kemudian saat pengumuman dan nilai UN dipampangkan, percayakah bahwa itu nilai murni?

Jawabnya, itu bukan nilai murni. Nilai UN yang diterima siswa pun bukan nilai asli, melainkan sudah diolah sedemikian rupa. Kalau saja yang diumumkan benar-benar nilai murni, bisa dibayangkan kemungkhnan yang lulus dan tidak lulus akan berimbang.

Inilah kenyataan dunia pendidikan kita. Semu dan penuh ketidalujuran. Jadi persoalan mutu pendidikan? Ah, agaknya jauh dari harapan.
***

Jadi bagaimana dengan Jazaul? Sepenuhnya, dengan rutinitas keseriusannya, saya yakin, nilai UN yang didapatkannya nanti insya Allah jauh lebih baik daripada nilai try out atau ujicoba yang didapatkannya sekarang.

dari arsip catatan di http://zulmasri.wordpress.com 30 Maret 2009

~ oleh mastermasri71 pada 29 Maret 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: