Character Building, Bidang Studi yang Hilang

Oleh: Munif Chatib

Saya melihat memang ada ketakutan yang sangat. Kemudian saya jawab dengan penuh motivasi dan semangat. “Keberadaan sekolah ini, yang akan kita namakan ‘Sekolahnya Manusia’, adalah untuk memintarkan anak-anak yang bodoh dan membaikkan anak-anak yang nakal. Sekolah ini menggunakan konsep the best process, bukan the best input. Percayalah nanti kita akan banyak menemukan keajaiban dari perubahan sifat-sifat anak didik kita yang negatif menjadi positif. Memang tugas guru menjadi berat, tidak lagi santai. Namun itulah sebenarnya tugas guru. Jangan siswa bodoh dan nakal dijadikan beban malah jadikan itu tantangan.” Wejangan saya cukup panjang dan berapi-api, ya minimal untuk memberi semangat kepala sekolah yang baru memimpin sekolahnya manusia.

Lalu apa yang terjadi setelah penerimaan siswa baru selesai. Benar, 80 % siswa kita adalah anak yang bodoh-bodoh dan nakal-nakal. Sekali lagi saya kumpulkan semua guru pada awal tahun ajaran baru. Saya berikan pelatihan tentang multiple intelligence strategy dan hal-hal yang terkait dengannya untuk persamaan paradigma dan memperkuat paradigma tersebut. Hasil dari pelatihan itu ada beberpa poin penting yang harus dipahami oleh para guru dan harus masuk ke memori jangka panjang agar tidak lupa seumur hidup.

Lebih lanjut klik di sini

~ oleh mastermasri71 pada 9 April 2010.

Satu Tanggapan to “Character Building, Bidang Studi yang Hilang”

  1. ya perlu sekali pendidikan karakter building ini. malahan ini harus sudah mulai dari pendidikan dasar. Dasarnya kalau kukuh, pasti ke depannya bagus. tapi kalau dasarnya lemah, maka akan rapuh ke depannya. Maju terus pendidikan karakter building!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: