Guru yang Mengajar dengan Hati

Oleh: Munif Chatib

Sebut saja bu Riri, lulusan S1 PAUD, seorang guru kelompok bermain dan TK di sebuah kota kecil. Sekolahnya kecil, kelasnya bekas garasi mobil dan baru saja punya taman bermain yang sebenarnya berfungsi ganda. Jika pagi untuk taman bermain dan jika siang sampai malam untuk parkir kendaraan. Walhasil kalau di lihat dari fasilitas, kita semua menarik nafas panjang.

Belum lagi sekolah itu dengan beraninya menerapkan ‘multiple intelligence’ yaitu memandang semua anak cerdas dan harus punya kesempatan bersekolah. Konsep ini sangat terekam sangat kuat di otak bu Riri. Menurut dia sebenarnya tidak ada anak bodoh, tidak ada anak nakal, apalagi seusia TK. Namun bagaimana kita memberi pelayanan kepada anak-anak tersebut. Itulah kuncinya. Pada saat konsep itu dikumandangkan maka penerimaan siswa baru pada tahun ajaran baru banyak dimasuki oleh anak-anak ‘spesial’.

Namun ada yang luar biasa dari Bu Riri ini. Meskipun belum memahami konsep ‘sekolah inklusi’ bu Riri menerima dan melayani anak-anak spesial ini dengan hati dan keikhlasan yang luar biasa. Pangil saja si Budi, siswanya yang spesial. Tidak bisa diam dan selalu menggoda bahkan memukul teman-temannya. Apa yang dilakukan bu Rini? Mengumpulkan semua siswanya dan memberi penjelasan sederhana.

“Anak-anak, Budi ini tidak nakal lho, dia anak yang baik dan harus menjadi sahabat semua. Dia memukul itu disebabkan suasana yang tidak nyaman. Mungkin tadi ada yang membentak, mungkin tadi yang menarik tangannya, dan lain-lain. Anak-anak iklhas ya membantu Budi …”

Lebih lanjut bisa dibaca di sini

~ oleh mastermasri71 pada 9 April 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: