Case Study

Oleh: Suprihatinharyanto

Pagi ini aku sampai sekolah pukul 07.05. Masih ada waktu 10 menit untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan kubawa ke kelas IX B, kelasku mengajar dua jam pertama hari ini. Buku jurnal, absensi dan daftar nilai, lembar foto copy beberapa cerpen dan buku paket bahasa Indonesia kelas IX kutenteng masuk ke kelas begitu bel tanda masuk berbunyi.

Anak-anakku yang manis, mereka sudah tertib duduk di dalam kelas dan memulai pelajaran dengan berdoa bersama. Al-Fatihah, doa menuntut ilmu, doa untuk kedua orang tua dan doa sapu jagad mereka lantunkan dengan kompak . Kutambahkan doa dalam hati, ya Allah…berkahilah kami di pagi ini untuk tetap dalam ridhoMu. Amin. Selesai berdoa, kusapa mereka dengan salam dan melihat apakah ada yang absen hari ini. Alhamdulilah masuk semua.

Hari ini sesuai dengan rencana aku akan mengajarkan kepada mereka bagaimana menganalisis unsur intrinsik cerpen: tema, penokohan dan latar, dari beberapa cerpen. kulempar sebuah pertanyaan, ” Siapa di antara kalian yang belum pernah membaca cerpen?”. Segera mereka setengah berteriak,  ” sudaaah bu…”. Kami kemudian saling berbagi cerita berapa sering membaca cerpen, diambil dari mana, apa manfaatnya. Dari celoteh itulah kumasuki pemahaman terhadap mereka beberapa manfaat membaca cerpen dalam kehidupan mereka.

Materi unsur intrinsik cerpen sudah mereka dapatkan sejak kelas VII jadi aku hanya berusaha menggali ingatan mereka tentang apa itu tema, penokohan dan latar melalui kegiatan tanya jawab. Setelah itu siswa membentuk kelompok . Jumlah siswa di kelas ini 3o anak. Kuputuskan untuk membagi mereka dalam 5 kelompok besar, sehingga masing-masing kelompok beranggotakan 6 orang. Pembagian kelompok berdasarkan  kedekatan tempat duduk. Dari kelompok yang berenam itu dibagi lagi manjadi dua kelompok kecil, masing-masing beranggota tiga orang. Tugas untuk mereka adalah mencoba untuk menganalisis ketiga unsur tersebut. Masing-masing kelompok menganalisis dua cerpen yang berbeda. Satu kelompok kecil mengerjakan satu cerpen. Mereka berdiskusi kelompok kecil menentukan ketiga unsur tersebut. Setelah selesai, saling berbagi hasil dengan kelompok besar sehingga semua anggota kelompok mengetahui unsur kedua cerpen tersebut. Cerpen diambil dari LKS dengan judul Senyum Ayah sedang Sakit dan Anak Panah.

Kuamati mereka dengan berkeliling mendekati kelompok demi kelompok sambil sesekali mengomentari cara kerja mereka.Kulihat kelompok Ria Fika paling tertib dan sungguh-sungguh berdiskusi. Kelompok Anita lebih banyak diam dan bekerja sendiri-sendiri. Kelompok wisnu lebih banyak guyon sedangkan yang lainnya …kategori umum.

Lebih lanjut baca di sini

~ oleh mastermasri71 pada 31 Oktober 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: